15 February 2017

KILLER TOON ( 2013 ) : Inovasi Korea yang Tidak Ada Habis-Habisnya

Reviewed By GAMBIR

Korea sedang berusaha menciptakan kebudayaannya sendiri di dunia hiburan untuk mendapatkan tempat dimata dunia. Lewat media yang sebenarnya sudah lama kita kenal, namun dengan piawainya memberi lebel seakan produk tersebut adalah ciptaannya. Siapa yang tidak mengenal istilah k-drama, k-pop  dan yang terbaru webtoon. 

Padahal kalau kita telisik sebenarnya ketiga produk Korea yang sedang ngehits ini adalah hasil dari serapan  negara lain. Sebut saja K-Pop ( girband/boyband ) yang sebenarnya hanya group vocal biasa, namun mereka kemas dan dilebeli sehingga menjadi identitas tersendiri. Sedangkan webtoon mungkin dibuat untuk menyaingi manga milik jepang yang sudah lebih dulu dikenal. 

Dan dari dunia K-drama belakangan ini mulai bergeser dengan mengikuti format serial tv amerika. Korea kini mulai berani keluar dari genre romansa dan kolosal yang selama ini menjadi andalannya, dan mencoba merambah ke thriller, mistery dan fantasi. Khususnya di dunia thriller karena kita berada di blog horror, serial Gap-Dong dan Signal bisa dikatakan berhasil menarik perhatian. 

Perkembangan dunia hiburan korea selatan belakangan ini mengalami perubahan yang sangat signifikan baik dari segi kualitas maupun industrinya. 

Khususnya di dunia sinema, rupanya korea terus memperbaiki diri dan tak main-main dalam meningkatkan kualitas dan siap bersaing dengan  Hollywod. Berdasarkan artikel media daring yang saya kutip, Direktur Penelitian Kebijakan Korean Film Council (Kofic), Hyoun-soo Kim, memaparkan, para sineas di negerinya  berbenah sedikit demi sedikit memperbaiki kualitas teknis film, seperti suara, gambar dan penceritaan.  

01 February 2017

Ouija : Origin of Evil (2016) : Jadul Versus Urban

Reviewed By GAMBIR 

Film horror adalah candu bagi sebagian orang termasuk saya. semakin seram bukannya bikin kapok tapi malah bikin nagih. mungkin karena manusia sebenarnya senang dengan terror, jantung yang berdegup dengan kencang akan menghasilkan hormon adrenalin gratis tanpa harus melakukan olahraga ekstrem, yang katanya bagus buat kesehatan. 

Horror supranatural adalah film favorit saya dibanding genre horror turunannya yang mengeksploitasi kekejian, kebrutalan yang bisa kita temukan dalam film-film gore. Mungkin karena supranatural begitu lekat dengan kehidupan sehari-hari, memori masa kecil tentang cerita-cerita hantu membentuk rasa takut sendiri dalam ingatan, sehingga begitu  melihat sosok menyeramkan walaupun itu hanya dalam film, tombol dikepala saya terasa ditekan dan bulu kuduk secara otomatis langsung merinding. 

Jika bertanya film horror apa yang paling seram, mungkin banyak orang yang akan menjawab film horror era 80an. terbukti Suzzana telah berhasil menjadi wajah bagaimana berhasilnya sinema horror saaat itu. Keistimewaan dari film horror jadul adalah terletak pada suasana yang coba dibangun, dengan template perkampungan dan menjadikan tempat-tempat seperti telaga, pohon besar dan rumah tua sebagai sarang dedemit, sangat terasa dekat dengan kita. 

Namun menuju era 2000an film horror banyak diangkat dari legenda-legenda urban yang sayangnya belum bisa mengalahkan kemasyhuran film-film terdahulunya. Entah apa penyebabnya karena belum ada penelitian yang pasti terkait masalah ini. Tetapi menurut saya film horror yang bagus bukan cuma menakuti tapi seharusnya menghantui, dan lebih bagus lagi kalau bisa sampai membuat trauma seumur hidup. 

14 January 2017

Calvaire ( 2004 ) : Kegilaan nan Surreal dari Pelosok Belgia

Calvaire udah nge-set tone unsettling dark humor nya sejak menit pertama lewat adegan pertunjukan musik yang gue duga berlangsung disebuah panti jompo dimana karakter utama kita, Marc Stevens ( Laurent Lucas ) ternyata adalah penampilnya. Ya, Marc adalah seorang penyanyi yang membawakan lagu-lagu cinta cheesy dengan jubah panggungnya yang juga terkesan murahan. Meskipun hanya penyanyi undangan yang bermain di acara-acara  kecil, Marc rupanya cukup populer dan disukai audiensnya, terbukti abis dia nyelesein pertunjukan,  seorang nenek nyelonong menemui Marc dibelakang panggung dan melakukan gestur ajakan seksual haha. Marc dengan awkward menolaknya yang langsung membuat nenek itu memaki dirinya sendiri. Adegan ini seperti ngasih tau apaan yang akan gue liat : sebuah unsettling dark comedy yang nantinya mungkin akan di mix ama atmospheric-horror.  

Abis itu, diceritain Marc langsung melanjutkan tur-kecil nya ke daerah selatan untuk tampil di sebuah acara natal. Ditengah perjalanan, ketika nyampe di sebuah hutan berkabut nan terpencil, tiba-tiba aje mobil Marc mogok. Untungnya, saat sedang kebingungan, datang seorang warga sekitar ( Boris ) yang meski berperilaku aneh, mau membantu mengantarkan Marc ke sebuah rumah penginapan terdekat. Bartel, ( orang tua pemilik rumah penginapan ) segera menyambut Marc dengan ramah. Malam yang cukup sial itu sepertinya akan dilewati Marc dengan menginap di penginapan itu sambil menunggu mekanik datang untuk memperbaiki mobilnya. 

Tapi kita sedang menonton sebuah film yang kedefinisi sebagai horror, dimana segala sesuatu tidak sebaik kelihatannya bukan? hehe.

Open Windows (2014) : Sang Idola Yang Turun Ranjang

Reviewed By GAMBIR


Saya ingin berterima kasih kepada KK Dheeraj yang telah memperkenalkan Sasha Grey lewat Pocong Mandi Goyang Pinggul nya. Saya baru tahu perihal bintang porno ini setelah kontroversi filmnya beberapa tahun lalu yang ribut-ribut dengan FPI, karena jujur di Pornhub saya lebih anteng dengan JAV ( japan adult video ) dibanding AV (adult video). 

Setelah berkarir selama 5 tahun dengan membintangi 300 lebih film biru Sasha Grey memutuskan untuk pensiun. Dan belakangan dia lebih disibukan dengan bermain dibeberapa serial tv dan film, juga mengisi suara untuk  video game. Bagi saya Sasha Grey sangat cerdik menjadikan film porno sebagai bantu loncatan dalam karirnya. Dia sadar dunia peresek-esekan tidak akan bertahan lama baginya, mengingat bukan hanya penampilan saja yang menjadi daya pikat dari  industri ini tetapi juga performanya. Jadi sebelum tubuhnya keriput dan tak lagi menjadi komoditi dia memberanikan diri untuk ikut bersaing di industri film blockbuster. 

Perjalanan Grey tentunya akan sangat panjang sebelum dia dilirik oleh hollywood sebagai salah satu aktris yang patut diperhitungkan. Namun rupanya bermain di film Open Windows bersama Elijah Wood bagi saya patut dia sukuri sebagai keberuntungan yang luar biasa. 

Hey, siapa yang tidak mengenal hobit yang satu ini, walaupun setelah berhenti dari trilogy LOTR  nampaknya Elijah Wood tak banyak bermain di film-film garapan rumah produksi besar. Apakah karena tinggi badannya ? atau peran Frodo yang kandung melekat pada dirinya ?. Daniel Radcliffe setidaknya lebih beruntung bisa lepas dari bayang-bayang Harry Potter dan masih dipercaya memerankan karakter lain oleh rumah produksi besar.